About Us

Herman Institute Foundation adalah organisasi non profit yang terletak di Jakarta, Indonesia, dibangun pada tahun 2013. Kami ingin berguna untuk bangsa dan negara.

Kami fokus membangun seseorang dengan memberikan fasilitas kepada mereka sebuah kemampuan dan pengetahuan, bekerja secara langsung dengan komunitas local untuk mengelola sumber daya yang mereka miliki. Kami percaya perubahan mental dan pola pikir sangat dibutuhkan untuk mencerahkan masyarakat dan membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.

Sebuah pepatah mengatakan "Berikan seseorang ikan dan kamu akan memberikan makannya untuk satu hari, ajarkan seseorang untuk memancing dan kamu akan memberikan makannya seumur hidup."

Herman Institute Foundation membangun kapasitas dan kesadaran bersamaan dengan memberikan bantuan kepemimpinan dan organisasi. Yayasan ini bekerja secara sporadically dan mempertahankan profile yang rendah semenjak didirikan, dan tidak dipublikasikan aktifitasnya secara berkala, dikarenakan kami percaya memberikan bantuan kepada orang-orang harus secara tulus dan tidak perlu dipublikasikan secara berlebihan. Namun, seiring berjalannya waktu kami sadar bahwa kami perlu melakukan branding untuk memperkenalkan yayasan kami kepada banyak orang diluar yang mungkin ingin berkontribusi dan membantu , dan juga menjangkau orang-orang diluar sana yang benar-benar membutuhkan bantuan. 

Kami bertujuan untuk menjadi lembaga sosial mandiri, non-politik, terpercaya di institusi Indonesia.

Founder - Herman Huang

About Images

Herman Huang adalah profesional wirausaha yang sudah berpengalaman selama 14 tahun. Lulus Sarjana dari Universitas GadjahMada (salah satu universitas terbaik di Indonesia) dan melanjutkan Sarjana di NUS Singapore( 20 universitas terbaik di dunia) dan terakhir mengambil gelar master di IMD Swiss( 10-15 sekolah bisnis ternama di Dunia). Selama 14 tahun ini, dia bekerja dengan perusahaan blue chips seperti Schlumberger, Shell (Teknologi) dan Woood MacKenzie. Ia juga memiliki pengalaman yang kuat di bidang konsultan dalam berbagai macam teknologi dan perusahaan lokal yang bersemangat untuk berubah,inovatif, modern, dan tumbuh lebih jauh. Pekerjaan dan pengalaman konsultan melengkapi ia dalam pekerjaan di rentang geografis yang beragam seperti di Middle East, India, Malaysia, Brunei, Singapura, Polandia, Russia dan juga negara tercinta Indonesia. Ia juga memegang banyak pengalaman sebagai technopreneur dengan mimpinya suatu hari nanti Ia bisa menjadi technopreneur yang dikagumi seperti Bill Gates, Jeff Bezos dan Elon Musk. Yayasan ini menyandang namanya sebagai kontribusi darinya, keluarga dan teman-temannya untuk kemajuan masyarakat dan bangsa.

CoFounder - Andres Liandy

About Images

Andres Liandy memiliki pengalaman selama 15 tahun pada pembelian, tender, logistik di perusahaan gas dan minyak Indonesia. Hampir selalu mengisi posisi management.

Advisor - Jean Pierre Lehmann

About Images

Jean-Pierre Lehmann (D.Phil, Oxon) adalah profesor Emeritus di IMD, swiss , dimana dia ditunjuk sebagai ketua international politisi ekonomi di tahun 1997. Sebelum itu ia memegang posisi di beberapa institusi Eropa dan Asia. Dia telah bekerja secara intensif dan ekstensif di seluruh Asia selama lima puluh tahun. Dia adalah Pendiri Evian Group (1995), sebuah koalisi internasional dari perusahaan, pemerintah, dan pemimpin opini, yang disatukan oleh visi bersama untuk meningkatkan kemakmuran global bagi mendapatkan keuntungan dari semuanya dengan mendorong pasar global yang terbuka, inklusif, berkelanjutan dan merata ekonomi dalam kerangka kerja multilateral berbasis peraturan. Dia ada di dewan beberapa institusi. Saat ini beliau sedang mengunjungi profesor di Fakultas Bisnis dan Ekonomi di Universitas Hong Kong dan di Universitas NIIT di Neemrana, Rajasthan, India. Dia sering menulis untuk media major international.

Buku terbarunya adalah:

(1) turut menulis bersama John Haffner dan Tomas Casas I Klett, Japan’s Open Future: An Agenda for Global Citizenship;
(2) disunting bersama dengan anaknya Fabrice Lehmann, Peace and Prosperity through World Trade;
(3) bersama Carlos Primo Braga, New Realities: Business Dynamics at the Frontiers of Globalization.

Ia menikah dan telah dikaruniai tiga orang anak dan tujuh cucu.